Akuisi tanpa modal

Kholis MuhaiminPosted by

Dulu tahun 2008 ada perusahaan yang bergerak di bidang industri downstream yang berlokasi di Sumatera Utara menawarkan diri untuk dijual. Padahal Perusahan baru setahun berproduksi. Namun setelah melalui negosiasi panjang, mereka mundur dari negosiasi karana lebih suka deal dengan salah satu konglomerat yang lagi naik daun. Saya sempat kecewa karana mereka melakukan dispute atas pre purchase agreement. Saya kehilangan uang untuk membayar lawyer, fund Manager dan consultant. Tapi saya tidak mau membawa ke pengadilan. Ini sudah resiko.

Tadi relasi banker saya di Singapore telp saya. Mereka tawarkan take over pabrik dalam kondisi sita jaminan akibat default. Ternyata targetnya adalah industry downstream yang dulu gagal deal dengan saya. Saya tersenyum. Rezeki anak Sholeh engga kemana.

” Mengapa Anda offers ke saya ?
” Kami tahu dulu Anda pernah ikut dalam proses TO tapi digagalkan oleh kompetitor Anda. Sekarang mereka default atas utangnya. Makanya kami tawarkan ke Anda. ”
” Ok. Berapa offers nya ?
” Senilai loan dan bunga”
” Jadi berapa totalnya ?
” 200% dari Nominal loan.
” masih ada liabilites lain?
” Engga ada. Sudah Clean lewat restruktur”
” Berapa kapasitas terpakai sekarang?
” 40%?
” Mengapa ?
” Karena sejak 3 tahun lalu vendor yang jamin off take produksi mundur. Di gantikan dengan yang lain dari AS, tapi off taker nya seperti MBO aja. Makanya hanya produksi sesuai kebutuhan off taker aja untuk menjamin supply chain.”
” Ok.”
” apa Anda berminat?
” Tentu. Tapi saya ingin keputusan cepat. Apakah bisa ?
” Ya bisa.”
” Ok. Ini proposal dari saya: Harga 150 dari LTV bank.”
” mengapa ?
” Karena saya tidak membeli semua resiko yang ditimbulkan oleh management sebelumnya dan juga kesalahan bank dalam memberikan keputusan kredit. Penyusutan tidak saya perhitungkan. Jadi harga yang saya usulkan cukup bijak. Anda tanggung sebagian resiko, dan sebagian dari saya”
” Tapi pabrik ini punya off take ”
” itu hanya 40% yang dibawah BEP. Untuk ekspansi udah engga mungkin karana sudah insolven.”
” Ok. Paham.
” Deal ?
” Deal”
” pembayaran gimana?
” Melalui LBO. Anda kasih saya pinjaman untuk ambil alih itu tanpa ada angsuran selama 5 tahun.”
” Jaminannya apa?
” Disanping pabrik , juga blocking payment dari off taker yang nilainya sama dengan 100% kapasitas pabrik. Saya akan lunasi pada tahun ke 5. Kalau market value pabrik diatas loan, saya akan bayar sesuai value. Kalau value pabrik dibawah harga market, saya bayar sesuai loan. ”
Banker itu terdiam. Cukup lama.
” Baik. Kami setuju”
” Bagaimana dengan modal kerja”
” Maksud Anda ?
” Loh blocking payment itu dalam bentuk revolving L/C. Tidak akan jadi payment kalau engga ada modal kerja. Dan saya tidak mungkin bisa lunasi hutang”
” Tapi engga mungkin kami beri Modal kerja ”
” Baik, kalau begitu saya masuk plan B. Harga pabrik dengan haircut bunga dan setalah di potong depreciation asset sesuai standar international. ”
” Hmm itu artinya kami kehilang uang hampir 30% dari loan yang kami berikan. Belum lagi hilang pendapatan bunga ”
” Ya itu wajar. Dari pada total lost. Karana Anda bicara pabrik yang nilainya bukan ditentukan oleh asset tapi oleh secure market dan management. Dan saya punya itu. ”
” Boleh saya berpikir.”
” Dari awal saya udah bilang, keputusan harus cepat. Now Or never”
Dia terdiam lama. Saya tahu dia mikir. Saya asyik dengarin nazwa nyanyi sambil joget ditempat tidur. ”
” Ok Bandaro. Deal. ”
” Deal apa?
” Kami tidak mau kehilangan 30% dan lebih memilih kemitraan dengan Anda. Karana kami akan menikmati cash flow atas blocking Payment dan juga nilai LTV kami tidak dikorbankan terlalu besar. Dan lagi kami punya future apabila Business plan berjalan sesuai rencana. Juga kami akan mendaparkan bunga dari kredit modal kerja, dan karana itu kami punya akses mengontrol revenue”
” Terimakasih. ”
” Senang deal dengan Anda ”
” Ok. Minggu depan Business process kita mulai. ”

Dapat pabrik tanpa keluar modal karena Business network dan kekuatan marketing dan management. Business adalah proses membangun TRUST dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Dah gitu aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *