Indonesia adalah negeri dengan pantai terpanjang kedua di dunia, kenapa masih import garam?

Kholis MuhaiminPosted by

1. Garam yang diproduksi oleh petani dan industri-industri garam nasional sekarang adalah garam yang dihasilkan hanya oleh proses evaporasi air laut, di mana evaporasi hanya bertujuan menguapkan molekul air dan memisahkan sebagian dari senyawa-senyawa hygroskopis yang ada di air laut. Akibatnya, garam yang dihasilkan melalui proses penguapan hanya mengandung Kristal NaCl antara 86% – 92%. Nilai ini tentu masih jauh di bawah syarat minimum kandungan NaCl untuk kebutuhan industri. Dan ini Ibu Susi masih aja ngotot utamakan nelayan yang olahnya. Mungkin untuk garam konsumsi engga ada masalah tapi kalau untuk garam industri itu engga bisa main main. Kalau memang ingin nelayan ambil peran maka proses pengolahannya jangan diserahkan kepada Petani garam. Tapi pemerintah ambil peran menyediakan pusat pengolahan garam itu. PT. Garam yang ditugasi malah sibuk jadi bagian bisnis kartel garam akibatnya industtri yang butuh garam sebagai bahan baku malah kesulitan mendapatkan harga dan kuantitas yang terjaga.

2. Dengan garis pantai terpanjang dan terluas di dunia, semestinya Indonesia bisa menjadi produsen utama garam. Untuk memproduksi garam bermutu tinggi, dibutuhkan penguasaan sains yang baik pula. Pemurnian garam pada dasarnya adalah bagaimana cara memisahkan senyawa NaCl dari berbagai senyawa-senyawa lain yang juga ada di dalam air laut. Pemisahan senyawa-senyawa pengotor dilakukan menggunakan kombinasi proses fisika dan reaksi kimia. Sebagai contoh, bagaimana cara memisahkan unsur kimia magnesium dari larutan jenuh air laut. Sampai saat ini pemerintah masih belum punya program jelas bagaimana menguasai tekhnologi tepat guna untuk menghasilkan garam sehingga rakyat mampu mengolahnya sesuai dengan standar mutu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *